Kamis, 31 Juli 2008

Belajar Cara Menjadi Kaya dari Menulis

Waktu jalan-jalan (blogwalking) untuk belajar cara menjadi kaya dari menulis, saya menemukan sebuah blog yang sangat memikat. Penulisnya, Yustamaro, menulis sebuah artikel dengan sebuah pertanyaan besar: Menjadi kaya "hanya" dengan menulis, mungkinkah?

Apa yang anda pikirkan tentang judul artikel tersebut?

Seperti anda tahu, banyak orang yang meragukan pekerjaan atau usaha menulis sebagai sarana untuk menjadi kaya. Jangankan untuk kaya, sekadar untuk menutupi nafkah hidup saja, mengandalkan usaha menulis itu sulit. Ada yang beranggapan, menjadi penulis berarti memiliki masa depan suram alias madesu.

Kata sebagian pengamat, hal ini bukan saja berlaku di indonesia, tapi juga di luar negeri. Kalaupun ada satu dua penulis yang kaya dari menulis, itu belum bisa dijadikan patokan. Di Indonesia, penulis profesional, yang menjadi kaya dan sejahtera dari menulis, agaknya masih sedikit; setidaknya itulah yang terpublikasikan ke khalayak.

Di antaranya, Habiburrahman Elshirazy (novel Ayat-Ayat Cinta-nya menghasilkan lebih dari 1,2 Milyar), Hilman (dengan karyanya Lupus sudah menghasilkan Rp. 800 juta), Muhammad Fauzil Adhim yang terkenal dengan bukunya Kupinang Engkau dengan Hamdalah dan menghasilkan royalti jutaan setiap bulan. Dan masih banyak lagi, seperti Asma Nadia, Helvi Tiana Rosa, JoniAriadinata dan Jonru. (Kalau anda tahu penulis lain yang sukses dan kaya dari menulis, tolong beri tahu saya, ya!)

Meskipun blog saya ini mengangkat tema menjadi kaya dari menulis, tapi saya belumlah kaya dari menulis. Kaya dari menulis lebih merupakan cita-cita saya daripada gambaran keadaan saya saat ini. Bagi saya menjadi kaya dari menulis adalah tantangan. Memang dalam kenyataannya 'masih' sedikit penulis yang berkecukupan atau kaya dari menulis, dan kebanyakan masih menjadikan aktivitas menulis sebagai kerja sampingan. (Sekali lagi, tolong beritahu saya – dan, tentunya, semua pengunjung blog ini – penulis yang anda tahu sukses dan kaya dari menulis, supaya kita semua bisa belajar dari mereka).

Persoalannya adalah saya, dan mungkin juga anda, mau masuk kelompok yang mana? Kelompok penulis yang biasa-biasa dan pas-pasan saja, atau kelompok penulis yang sukses dan kaya dari menulis?

Saya memilih masuk kelompok penulis yang kedua. Mau gimana lagi? Saya sudah terlanjur jatuh cinta sama menulis. Saya suka menulis. Saya merasa bersemangat ketika saya terinspirasi dan menginspirasi orang lain; dan itu sangat dekat dengan aktivitas membaca dan menulis. Saya juga ingin hidup kaya. Jadi, sekalian saja jadi penulis yang kaya dan sukses.

Bagaimana dengan anda? Tertantang untuk menjadi penulis biasa atau penulis kaya?

Oh iya, blog menarik yang saya kunjungi itu, yang memiliki title Lihat, Pikirkan dan Tulis, juga memuat artikel-artikel lain tentang menulis,

Akhirnya, mari belajar cara menjadi kaya dari menulis.

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

Your cOmment"s Here! Hover Your cUrsOr to leave a cOmment.